Sunday, 10 May 2015

Keberlimpahan Spiritual ,- .............................. Dengan melakukan Meditasi yang baik... penglihatan...pendengaran.... emosi dan kesadaran kita akan meningkat.... Batasan-batasan yang ada sebagai manusia biasa akan lepas.... kita akan mengalami suatu “perubahan” dalam diri ..... Secara non fisik dapat dilihat jalur hubungan kita ke Sang Maha Pencipta akan melebar..... Awalnya seperti pada kebanyakan orang mungkin hanya sebesar rambut....setelah dapat mencapai Meditasi yang dalam atau menerima inisiasi akan mencapai selebar 3 – 5 cm.... Secara bertahap jalur kita ini akan terus berkembang sampai selebar tubuh kita..... Bayangkan seperti sebelumnya kita berjalan kaki di gang yang sempit.... kemudian kita mempunyai mobil sport dan mengendarainya di jalan tol yang benar-benar bebas hambatan..... Kemudian suatu saat nanti setelah kita rutin melakukan Meditasi.... mobil sport kita akan berubah menjadi pesawat jet..... Doa dan keinginan kita akan sampai ke Sang maha Pencipta melalui jalur tersebut.... Jadi wajar saja ada orang yang mengatakan bahwa doanya tidak pernah didengar atau dikabulkan Tuhan.... Bukan salah Tuhan dalam hal ini.... tetapi mungkin usaha orang tersebut untuk memperbaiki hubungan tadi tidak cukup baik dan jalurnya belum terbuka lebar..... Bila rajin meditasi sehingga hubungan kita sudah demikian bagusnya dengan Sang Maha Pencipta.... tidak ada lagi hal yang perlu kita takuti.... Tidak ada batasan pada diri kita.... Kedamaian, Kesadaran, keberlimpahan dan Kebijaksanaan akan selalu bersama kita.... Tentunya semua itu akan diterima secara bertahap sesuai kesiapan kita.... .................. awali sejak saat ini....!

B i s m i l l a h ( F a q - A l - Q u r a n ) 🍀1. E : Berapa jumlah Surah dalam al-Qur'an ? Do: 114 Surah 🍀2. E : Berapa jumlah Juz dalam al-Qur'an ? Do : 30 Juz. 🍀3. E : Berapa jumlah Hizb dalam al-Qur'an ? Do : 60 Hizb. 🍀4. E : Berapa jumlah Ayat dalam al-Qur'an ? Do : 6236 Ayat 🍀5. E : Berapa jumlah Kata dalam al-Qur'an ? dan Berapa jumlah Hurufnya ? Do : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf 🍀6. E : Siapa Malaikat yang disebut dalam al-Qur'an ?, Do : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun, HamalatulArsy, dll. 🍀7. : Berapa jumlah Sajdah ( ayat Sujud ) dalam al-Qur'an ?, Do : 14 Sajdah. 🍀8. E : Berapa jumlah para Nabi yang disebut dalam al-Qur'an ?, Do : 25 Nabi. 🍀9. E : Berapa jumlah Surah Madaniyah dalam al-Qur'an ?, sebutkan. Do : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr. 🍀10. E : Berapa jumlah Surah Makiyah dalam al-Qur'an ?Sebutkan. Do : 86 Surat, selain surah tersebut siatas. 🍀11. E : Berapa jumlah Surah yang dimulai dengan huruf dalam al-Qur'an ? Do : 29 Surah. 🍀12. E : Apakah yang dimaksud dengan Surah Makiyah ?, sebutkan sepuluh saja. Do : Suarah Makiyah adalah Suarah yang diturunkan sebelum Hijrah, seperti : al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq. 🍀13. E : Apakah yang dimaksud dengan Surah Madaniyah ?, sebutkan lima saja ? Do : Surah Madaniyah adalah Surah yang diturunkan setelah Hijrah, seperti : al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj. 🍀14. E : Siapakah nama para Nabi yang disebut dalam al-Qur'an ? Do : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad SAW 🍀15. E : Siapakah satu-satunya nama wanita yang disebut namanya dalam al-Qur'an? Do : Maryam binti Imran. 🍀16. E : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yang disebut namanya dalam al-Qur'an? Do : Zaid bin Haritsah. 🍀17. E : Apakah nama Surah yang tanpa Bismillah? Do : Surah at-Tawbah. 🍀18. E : Apakah nama Surah yang memiliki dua Bismillah? Do : Surah al-Naml. 🍀19. E : Apakah nama Surah yang bernilai seperempat al-Qur'an? Do : Surah al-Kafirun. 🍀20. E : Apakah nama Surah yang bernilai sepertiga al-Qur'an? Do : Surah al-Ikhlas 🍀21. E : Apakah nama Surah yang menyelamatkan dari siksa Qubur? Do : Surah al-Mulk. 🍀22. E : Apakah nama Surah yang bila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang minggu ? Do : Surah al-Kahfi. 🍀23. E : Apakah ayat yang paling Agung dan dalam Surah apa? Do : Ayat Kursi, dalam Surah al-Baqarah ayat No.255 🍀24. E : Apakah nama Surah yang paling Agung dan berapa jumlah ayatnya ? Do : Surah al-Fatihah Tujuh ayat. 🍀25. E : Apakah ayat yang paling bijak dan dalam surah apa? Do : Firman Allah Swt :" Barang siapa yang malakukan kebaikan sebiji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebiji sawi ia akan lihat, Surah al-Zalzalah ayat 7-8. 🍀26. E : Apakah nama Surah yang ada dua sajdahnya ? Do : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77. 🍀27. E : Pada Kata apakah pertengahan al-Qur'an itu di Surah apa ? ayat berapa ? Do : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19. 🍀28. E : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Shalat Fardhu dapat mengantarkannya masuk kedalam surga ? Do : Ayat Kursi. 🍀29. E : Ayat apakah yang diulang-ulang sebanyak 31 kali dalam satu Surah dan di Surah apa ? Do : Ayat :( فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman. 🍀30. E : Ayat apakah yang diulang-ulang sebanyak 10 kali dalam satu Surah dan disurah apa ? Apakah ayat ini ada juga disebut dalam surah lainnya? Di Surah apa ? Do : Ayat ( ويل يومئذ للمكذبين ) pada Surah al-Mursalat, juga ada dalam Surah al-Muthafifin ayat No. 10. 🍀31. E : Apakah Ayat terpanjang dalam al-Qur'an ? pada Surah apa? Ayat berapa ? Do : Ayat No 282 Surah al-Baqarah. 🍀32. E : Apakah Ayat terpendek dalam al -Qur'an ? pada Surah apa? Ayat b erapa ? Do : Ayat No. 1 surah Thaha. (Wallahu'alam) ⚪Semoga Allah merahmati penulis ilmu di atas, dengannya kita mendapat ilmu. Dengan perkongsian & sebaran ilmu, menyebabkan budaya ilmu atas umat muslim semakin berkembang dan memberi keselamatan atas umat Muhammad. Jika tidak kerana adanya "Budaya Sebaran Ilmu" pada generasi umat silam, kemungkinan besar kita pada hari ini tidak menganut agama Islam yang Suci ini - Semoga Allah tidak lupai jasa-jasa mereka ini. (Aamiim)

Malam merambah sepi

Merambah Malam
 Malam menepati janjinya
pekat dan sunyi kembali melaruti alam
dan aku mencoba merambahnya lewat untai
dan aku mencoba merambahnya lewat bait.
 Gelisah, bimbang dan penat
seolah berlomba memasuki kepingan hati
terpatri didalamnya membentuk setoreh luka
luka yang belum juga mau pergi.
 Haruskah kuikuti rambahan malam?
sementara hati kecilku berharap sang benderang
Ya, kemanakah hati ini harus bertaut?
Pada kegelapan ataukah sang benderang? 
Dan malam ini Toh aku tetap merambah malam….
 Mungkin inilah takdir.
Aku sangat menyintai malam
dan kegelapan… dan tiriak..... bedebah...!!!






Tanpamu by:edopilpay

R
Di ujung malam bersisian gundah Aku masih saja menggumuli pekat Dalam buaian desir lewat terpa sang angin Kesunyian pun kian menampar hati.  Sementara gerimis mulai meluruh jatuh Rintiknya menghantar irama sendu dikedalaman khayal.  Dimana malam ini kau berlabuh? Lelapkah dalam buaian mimpi? Atau tengah menekuri cakrawala Seperti dulu biasa kita lakukan berdua?  Meradang aku lantaran tiadamu Pekik hati seperti tak lagi miliki makna.  Maka jangan biarkan aku sendiri, Sebab aku terbiasa denganmu.  Maka jangan biarkan gelap menguasai, Sebab aku serasa sunyi menyepi. Tanpamu.

Cintamu palsu dan semu

Detik melantun dalam irama lara
Saat dimana kuharus menuntaskan asa padamu
Ketika tersibak kisah ini pada hamparan lain
Yang sebelumnya telah kau sambangi penuh kasih.
Jarak kitapun kian terhempas jauh
Mengurung kisah dalam tebaran airmata
Mengusung keranda cinta pada pemakaman
Kita hanya bisa terdiam…. Diam…. Diam….
Kau ungkap hidup tanpaku hampa Benarkah?
Kuludahi hampamu dalam pekat
Sebab kau tidak akan pernah hampa!
Andai aku memutuskan tuk pergi
Tak terkisah betapa lega hatimu…
Dan aku disini bagai seonggok bangkai hidup…
Meratapi cintamu yang palsu dan semu.

Friday, 1 May 2015

Monday, 16 March 2015

Asal Mula dan Arti kata "Jancok" Bagi kalian yang orang jawa timur, pasti sudah tak asing lagi dengan kata jancok, kata ini sangat terkenal di jawa timur, Bahkan orang-orang di jawa tengah dan jawa barat pun sering mengucapkan kata ini. Lantas apa sebenarnya arti kata Jancok dan bagaimana asal mulanya bisa terbentuk kata ini. Jancok atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar hingga meluas ke seantero Indonesia bahkan sudah mendunia.Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.  Jancok berasal dari kata 'encuk' yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase 'di-encuk' menjadi 'diancok' lalu 'dancok' hingga akhirnya menjadi kata 'jancok'. Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok. Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni 'encuk' lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo. Kata-kata ini bila digunakan dalam situasipenuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, "Yoopo kabarmu, cuk", "Jancok sik urip ae koen, cuk?". Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong... Hehehehe.... Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya "Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!", "Jancuk ayune, rek!", "Jancuk eleke, rek", dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe... Akhiran 'cok' atau 'cuk' bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. "Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.". Atau "Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk. dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sampai saya ketagihan mengucapkan kata ini, walaupun arti yang saya tekankan bukanlah arti kotor, tapi hanya sekedar kata pemanggilan saja, dan ternyata di pergaulan sekolah saya kata itu sudah biasa

Friday, 12 December 2014

Kebahagiaan tidak dapat di beli namun bisa kita rasakan bila kita tanam kejujuran dan keikhlasan, jare embah

Kebahagiaan tidak dapat di beli
namun bisa kita rasakan
bila kita tanam kejujuran dan keikhlasan,
jare embah






Monday, 8 December 2014

Sebutan 18 keturunan jawa

Masedo Wong Jowo
Sing ngaku wong Jowo yo durung karuan ngerti:
18 KETURUNAN  Dalam Keluarga Jawa,
biasanya anak menyebut orang tuanya dengan sebutan Bapak/Bopo dan Ibu/Biyung,
sedang orang tuanya Ibu Bapak disebut Simbah atau Eyang.
Lalu disebut apa orang tuanya Simbah ?
Dalam Bahasa Jawa berikut adalah sebutan 18 level keturunan (kebawah)
dan 18 tingkat leluhur (keatas) :
TURUNAN : Keturunan ke-1. Anak Keturunan ke-2. Putu/cucu
Keturunan ke-3. Buyut/cicit
Keturunan ke-4. Canggah
Keturunan ke-5. Wareng
Keturunan ke-6. Udhek-Udhek
Keturunan ke-7. Gantung Siwur
Keturunan ke-8. Gropak Senthe
Keturunan ke-9. Debog Bosok
Keturunan ke-10. Galih Asem
Keturunan ke-11. Gropak waton
Keturunan ke-12. Cendheng
Keturunan ke-13. Giyeng
Keturunan ke-14. Cumpleng
Keturunan ke-15. Ampleng
Keturunan ke-16. Menyaman
Keturunan ke-17. Menya-menya
Keturunan ke-18. Trah
Tumerah  LELUHUR : Moyang ke-18.
Mbah Trah Tumerah Moyang ke-17.
Mbah Menya-menya Moyang ke-16.
Mbah Menyaman Moyang ke-15.
Mbah Ampleng Moyang ke-14.
Mbah Cumpleng Moyang ke-13.
Mbah Giyeng Moyang ke-12.
Mbah Cendheng Moyang ke-11.
Mbah Gropak Waton Moyang ke-10.
Mbah Galih Asem Moyang ke-9.
Mbah Debog Bosok Moyang ke-8.
Mbah Gropak Senthe Moyang ke-7.
Mbah Gantung Siwur Moyang ke-6.
Mbah Udheg-udheg Moyang ke-5.
Mbah Wareng Moyang ke-4.
Mbah Canggah Moyang ke-3.
Mbah Buyut Moyang ke-2.
Simbah/Eyang Moyang ke-1.
Bapak/Simbok

www.edopilpay.blogspot.com





Monday, 28 July 2014

Kanti linambaran andap trap silaning budi sasar saruning tumindak lan tandang tanduk kaulo ing wicoro, temah damel kuciwaning ati manunggal sedyo cipto lan karso nyuwun pangapuro kinasih ing sesami linebur ing doso... 1sawal1435H... Yu painem neng mojokerto Cekap semanten hatur kulo... kaulo nuwon kaulo nuwun

Kanti linambaran
andap trap silaning budi
sasar saruning tumindak
lan tandang tanduk kaulo ing wicoro,
temah damel kuciwaning ati
 manunggal sedyo cipto lan karso
Masedo dalah keluargo nyuwun pangapuro
kinasih ing sesami linebur ing doso...
1sawal1435H...
Yu painem neng mojokerto
Cekap semanten hatur kulo...
kaulo nuwon kaulo nuwun.

Sucineng Ati, Kaserat ing Lati tumomo ning laku, ngaturaken SUGENG RIYADI bilih wonten kalepatan nyuwun agungi samudro pangaksomo.Kulo Masε̲̣̣̣do dalah Keluargo nyuwun gunging pangapunten sedanten kalepaten lahir dumugi ning batos boten langkung ngaturaken sugeng IDUL FITRI,mugi Gusti Allah Ing kang Kuoso paring Ridho lan Rahmatipun dumateng kito sedoyo.Aamiin وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَتُ

Sucineng Ati, Kaserat ing Lati tumomo ning laku, ngaturaken SUGENG RIYADI bilih wonten kalepatan nyuwun agungi samudro pangaksomo. Kulo Masε̲̣̣̣do dalah Keluargo nyuwun gunging pangapunten sedanten kalepaten lahir dumugi ning batos boten langkung ngaturaken sugeng IDUL FITRI, mugi Gusti Allah Ing kang Kuoso paring Ridho lan Rahmatipun dumateng kito sedoyo.Aamiin

Wednesday, 23 July 2014

ZAKAT FITRAH

★“ ZAKAT FITRAH “★
 "Bismillaahirrohmaanirrohiim" اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
 “Allahumma Shalli Ala Muhammad wa ala ali Muhammad”
A. Latar belakang  Orang yang melaksanakan zakat akan mendapat manfaat yang sangat banyak.
Selain mendapat pahala dari Allah swt,mereka juga ikut serta memberantas permasalahan kehidupan yang berkaitan dengan harta.
Orang yang tidak membayar zakat fitrah akan mendapat beberapa akibat buruk.
Firman Allah swt. Dalam surat Al-Baqarah ayat 43, yang artinya:
Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
 B. Pengertian zakat fitrah Menururt bahasa zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada hari idul fitri atau menjelang hari raya idul fitri.Menurut syari`at agama islam adalah zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap muslim pada waktu menjelang hari raya idul fitri.
 C. Syarat zakat fitrah Zakat fitrah wajib dilaksanakan bagi orang-orang yang memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Orang islam,orang tidak beragama islam tidak wajib. 
2. Orang itu ada pada waktu terbenam matahari pada malam hari raya idul fitri.
3. orang itu memiliki kelebihan makanan baik untuk dirinya maupun keluarganya pada malam hari raya idul fitri.
 D. Waktu mengeluarkan zakat fitrah Zakat fitrah ini dibayarkan sejak awal bulan ramadhan
secara takjil atau lebih cepat, sampai dengan sebelum sholat hari raya idul fitri.
Waktu pembayaran zakat fitrah:
1a. Waktu yang di perbolehkan zakat fitrah adalah tanggal 1 romadhon sampai dengan penghabisan bulan ramadhon sebelum terbenam matahari.
2b. Waktu yang di wajibkan yaitu semenjak terbenam matahari akhir ramadhon sampai dengan sholat subuh 1 syawal.
3c. Waktu yang disunahkan [afdal] ,yaitu waktu sesudah sholat subuh pada tanggal 1 syawal sampai dengan sebelum sholat idul fitri. d. Waktu yang dimakruhkan yaitu sesudah sholat idul firtisampai sebelum terbenam matahari pada tanggal 1 syawal.
4e. Waktu yang diharamkan yaitu setelah terbenamnya matahari pada tanggal 1syawal dan seterusnya jika pemberian diberikan pada waktu tersebut bukan disebut zakat fitrah . Tetapi hanya sedekah.
 E. Ketentuan zakat fitrah Ketentuan harta yang dikeluarkan untuk zakat fitrah ialah makanan pokok seperti ; gandum, beras, sagu dan jagung sebanyak 2,5 kg.
 F. Mustahik zakat fitrah  Mustahik yaitu orang yang berhak menerima zakat .
 G. akibat dari orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah 
1a. Dia akan berdosa , karena zakat fitrah wajib hukumnya.
2b. Puasa ramadhan yang dikerjakan kurang sempurna.
3c. Dia akan menjadi orang kufur nikmat atau orang yang tidak bersyukur.
4d. Sama saja memakan sebagian hak orang lain.
5e. Didalam dirinya akan ter bentuk sifat kikir [baghil dan egois ].
6f. Rezekinya akan sempit.
 H. Orang-orang yang berhak menerima zakat:
1a. Miskin yaitu orang yang mempunyai harta atau usaha sebanyak kebutuhan atau lebih , tetapi tidak sampai mencukupi.
2b. Fakir yaitu orang yang tidak mempunyai harta dan usaha, atau yang mempunya harta atau usaha yang kurang dari seperdua kecukupanya, dan tidak ada orang yang berkewajiban membeli belanjanya.
3c. ’Amil yaitu semua orang yang bekerja mengurus zakat, sedangkan dia tidak mendapat upah selain dari zakat itu. d. Muallaf , ada 3 macam:
• Orang yang baru masuk islam, sedangkan imannya belum teguh
• Orang islam yang berpengaruh dalam kaumnya,dan kita berpengharap kalau dia diberi zakat, maka orang lain dari kaumnya akan masuk islam.
• Orang islam yang berpengaruh terhadap kafir,kalau dia diberi zakat, kita akan terpelihara dari kejahatan kafir yang dibawah pengaruhnya. e. Hamba yaitu yang dijanjikan oleh tuannya bahwa dia boleh menebus dirinya. Hamba itu diberi zakat sekedar untuk menebus dirinya. f. Beruntung, ada 3 macam:
• Orang yang beruntung karena mendamaikan dua orang yang sedang berselisih.
• Orang yang berhutang untuk kepentingan diriya sendiri pada keperluan yang mubah atau tidak mubah,tetapi dia sudah taubat.
• Orang yang berhutang karena menjamin utang orang lain, sedangkan dia dan orang yang dijaminnya itu tidak dapat membayar hutangnya, tetapi yang pertama tetap diberi , sekalipun ia kaya. g. Sabilillah. h. Musafir. I. Manfaat zakat fitrah dalam kehidupan 
• Fungsi zakat bagi muzaki: a. Sebagai bukti rasa syukur kepada Allah swt. b. Menghindarkan diri dari sifat bakhil,tamak,dan egois. c. Mengembangkan kekeyaan batin. d. Membersihkan harta dari tercampurnya dengan hak orang lain. e. Mengembangkan dan memberikan berkah pada harta. f. Sebagai bentuk toleransi dan menjauhkan diri dari sikap angkuh, sombong, takabur, dan membentuk perangai yang ramah dan hati lemah lembut.
• Adapun manfaat zakat fitrah bagi penerima [muzaki] adalah: a. Menghilangkan sifat iri, dengki, dan benci. J. Akibat jika kita tidak membayar zakat fitrah: a. Dikucilkan dari masyarakat, akan dibenci masyarakat. b. Diancam oleh Allah swt terhadap orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah terancam dalam beberpa ayat dalam Al-quran. c. Diancam oleh Nabi saw,”bahwa orang yang tidak mengeluarkan zakat kelak hartanya akan menjadi seekor ular besar, ular itu penuh dengan dengan racun yang mematikan, kemudian ular itu akan melilit orang itu. K. Cara Membayar Zakat Cara membayar zakat fitrah yaitu dengan menyerahkan zakat kita kepada ‘amil zakat dan lebih afdhalnya diberikan oleh sendiri bersamaan mengucapkan / melafalkan niat kita zakat fitrah dan untuk siapa kita zakat fitrah, sehingga ‘amil mengetahui zakat itu diperuntukan siapa. Niat zakat fitrah sebagai berikut : [10] نويت ان اوتي / ان اخرج زكاة الفطر عن نفسى / (nama yang dizakati) ......... PENDAPAT 1.) Adapun hadis Nabi SAW sebagai dasar hukum zakat fitrah yaitu: عن ابن عمر قال فرّض رسول الله صلى الله عليه وسلّم : زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر او صاعا من شعير على الحرّ او عبد ذكر او أنثى من المسلمين (رواه البخاري و مسلم) و في البخاري : وكان يعطون قبل الفطر بيوم او يومين Artinya : “Dari Ibnu Umar Ra ia berkata, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah (terbuka) bulan Ramadan sebanyak 1 sa’ (3,1 liter) kurma atau gandum atas tiap-tiap orang muslim merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan (Muttafaqun ‘alaih)” .Dalam hadits Bukhari disebutkan : Mereka membayar fitrah itu sehari atau dua hari sebelum hari raya” 2.) Seagaimana hadis Nabi SAW: و عن ابن عباس رضيا لله قال : فرّض رسول الله صلى الله عليه وسلّم, زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكين, فمن ادا ها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ومن ادا ها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات ( رواه ابو داود وابن مجّه وصححه الحاكم ) Artinya : maka zakat itu diterima dan barang siapa yang membayarnya sesudah solat, maka zakat itu sebagai sodaqah biasa” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majjah). “Dari Ibnu Abbas dia berkata telah diwajibkan oleh Rasulullah zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji serta memberi makanan bagi orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikan sebelum solat hari raya ANALISIS Setelah melaksanakan puasa ramadhan selama sebulan penuh, Islam mewajibkan atas tiap-tiap muslim untuk membayar zakat yaitu bagi siapa saja baik laki-laki maupun perempuan baik besar maupun kecil. Zakat yang dilakukan umat Islam pada setiap hari raya idul fitri ini di sebut zakat fitrah. Adapun maksud dari zakat fitrah ini adalah untuk membesihkan diri dan menghapus dari dosa-dosa yang telah dilakukan, serta sebagai penyempurna puasa. Di lihat dari segi sosial zakat fitrah memberikan peran sendiri, dimana zakat itu diberikan atau di bagikan untuk orang-orang yang membutuhkan dari orang-orang yang mampu. Dan dari sini terlihat kepedulian dalam agama Islam. Akan tetapi, dalam kenyataannya banyak muslim baik laki-laki maupun perempuan yang belum mengetahui tentang bagaimana cara membayar zakat fitah dan bagaimana caranya. KESIMPULAN Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang muslim pada hari raya idul fitri yang berupa makanan pokok.Adapun pembayaran zakat fitrah yaitu harus dengan batas waktu yang yang ditentukan, maka zakat fitrah tidak sah,dan hanya dianggap sebagai shodaqoh biasa.Sedangkan orang-orang yang berhak menerima zakat,yaitu hanya delapan asnaf (golongan) yang telah disebutkan dalam Al-qur`an surat at-taubah ayat ayat 60yaitu:fakir, miskin, `amil, muallaf, hamba, orang yang berutang, sabilillah dan musafir. "Bismillaahirrohmaanirrohiim" اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ “Allahumma Shalli Ala Muhammad wa ala ali Muhammad”

Sunday, 20 July 2014

Setelah Ramadhan pakaian baru, mobil baru segala baru bentuk luar yang terlihat baru semoga sebagai cerminan Kembalinya jiwa dan hati bersih kita setelah mengevaluasi dan memperbaiki Servis kan diri atas kerusakan yang ada dan kesalahan yang ada selama ini (malu lah kita tampilan luar baru tapi isi pada diri kita tidak sesuai dengan pakaian baru kita). Semoga bersama iringan takbir dan tangis ditinggalkan Ramadhan ini diri ini dan jiwa hati ku ini baru dengan perbaikannya. Mari berloba - loba perbaiki dan service kerusakan yang ada pada akhir - akhir bengkel Ramadhan ini. Menjadi pribadi yang lebih baik JADI LEBIH SABAR, LEBIH PEKA KEPADA SESAMA, LEBIH ARIF, BIJAK, MENJADIKAN DIRI YANG BERMANFAAT DAN BERGUNA BAGI ORANG SEKITAR, JIWA YANG TENANG dalam kedamaian yang sesungguhnya bukan sukses materi namun sukses pandai mengolah hati dan menjadi diri yang dapat memancarkan cahaya kebaikan yang menenangkan sekitarnya.

Setelah Ramadhan pakaian baru, mobil baru segala baru bentuk luar yang terlihat baru semoga sebagai cerminan Kembalinya jiwa dan hati bersih kita setelah mengevaluasi dan memperbaiki Servis kan diri atas kerusakan yang ada dan kesalahan yang ada selama ini (malu lah kita tampilan luar baru tapi isi pada diri kita tidak sesuai dengan pakaian baru kita). Semoga bersama iringan takbir dan tangis ditinggalkan Ramadhan ini diri ini dan jiwa hati ku ini baru dengan perbaikannya. Mari berloba - loba perbaiki dan service kerusakan yang ada pada akhir - akhir bengkel Ramadhan ini. Menjadi pribadi yang lebih baik JADI LEBIH SABAR, LEBIH PEKA KEPADA SESAMA, LEBIH ARIF, BIJAK, MENJADIKAN DIRI YANG BERMANFAAT DAN BERGUNA BAGI ORANG SEKITAR, JIWA YANG TENANG dalam kedamaian yang sesungguhnya bukan sukses materi namun sukses pandai mengolah hati dan menjadi diri yang dapat memancarkan cahaya kebaikan yang menenangkan sekitarnya.

Mari di penghujung Ramadhan ini di masa - masa perpisahan ini Mari kita IKTIKAF.Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. [115]. I'tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Mengenai turunnya ayat ini terdapat beberapa peristiwa sebagai berikut:a. Para shahabat Nabi SAW menganggap bahwa makan, minum dan menggauli istrinya pada malam hari bulan Ramadhan, hanya boleh dilakukan sementara mereka belum tidur. Di antara mereka Qais bin Shirmah dan Umar bin Khaththab. Qais bin Shirmah (dari golongan Anshar) merasa kepayahan setelah bekerja pada siang harinya. Karenanya setelah shalat Isya, ia tertidur, sehingga tidak makan dan minum hingga pagi. Adapun Umar bin Khaththab menggauli istrinya setelah tertidur pada malam hari bulan Ramadhan. Keesokan harinya ia menghadap kepada Nabi SAW untuk menerangkan hal itu. Maka turunlah ayat "Uhilla lakum lailatashshiamir rafatsu sampai atimmush shiyama ilal lail" (S. 2: 187) (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim dari Abdurrahman bin Abi Laila, yang bersumber dari Mu'adz bin Jabal. Hadits ini masyhur, artinya hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih kepada tiga orang atau lebih dan seterusnya. Walaupun ia tidak mendengar langsung dari Mu'adz bin Jabal, tapi mempunyai sumber lain yang memperkuatnya.) b. Seorang shahabat Nabi SAW tidak makan dan minum pada malam bulan Ramadhan, karena tertidur setelah tibanya waktu berbuka puasa. Pada malam itu ia tidak makan sama sekali, dan keesokan harinya ia berpuasa lagi. Seorang shahabat lainnya bernama Qais bin Shirmah (dari golongan Anshar), ketika tiba waktu berbuka puasa, meminta makanan kepada istrinya yang kebetulan belum tersedia. Ketika istrinya menyediakan makanan, karena lelahnya bekerja pada siang harinya, Qais bin Shirmah tertidur. Setelah makanan tersedia, istrinya mendapatkan suaminya tertidur. Berkatalah ia: "Wahai, celakalah engkau." (Pada waktu itu ada anggapan bahwa apabila seseorang sudah tidur pada malam hari bulan puasa, tidak dibolehkan makan). Pada tengah hari keesokan harinya, Qais bin Shirmah pingsan. Kejadian ini disampaikan kepada Nabi SAW. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 187) sehingga gembiralah kaum Muslimin. c. Para shahabat Nabi SAW apabila tiba bulan Ramadhan tidak mendekati istrinya sebulan penuh. Akan tetapi terdapat di antaranya yang tidak dapat menahan nafsunya. Maka turunlah ayat " 'Alimal lahu annakum kuntum takhtanuna anfusakum fataba'alaikum wa'afa 'ankum sampai akhir ayat." (Diriwayatkan oleh Bukhari dari al-Barra.) d. Pada waktu itu ada anggapan bahwa pada bulan Ramadhan yang puasa haram makan, minum dan menggauli istrinya setelah tertidur malam hari sampai ia berbuka puasa keesokan harinya. Pada suatu ketika 'umar bin Khaththab pulang dari rumah Nabi SAW setelah larut malam. Ia menginginkan menggauli istrinya, tapi istrinya berkata: "Saya sudah tidur." 'Umar berkata: "Kau tidak tidur", dan ia pun menggaulinya. Demikian juga Ka'b berbuat seperti itu. Keesokan harinya 'umar menceritakan hal dirinya kepada Nabi SAW. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 187) dari awal sampai akhir ayat. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim dari Abdullah bin Ka'b bin Malik, yang bersumber dari bapaknya.) e. Kata "minal fajri" dalam S. 2: 187 diturunkan berkenaan dengan orang-orang pada malam hari, mengikat kakinya dengan tali putih dan tali hitam, apabila hendak puasa. Mereka makan dan minum sampai jelas terlihat perbedaan antara ke dua tali itu, Maka turunlah ayat "minal fajri". Kemudian mereka mengerti bahwa khaithul abydlu minal khaitil aswadi itu tiada lain adalah siang dan malam. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Sahl bin Sa'id.) f. Kata "wala tubasyiruhunna wa antum 'akifuna fil masajid" dalam S. 2: 187 tersebut di atas turun berkenaan dengan seorang shahabat yang keluar dari masjid untuk menggauli istrinya di saat ia sedang i'tikaf. (Diriwayatkan oleh ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.)

Mari di penghujung Ramadhan ini di masa - masa perpisahan ini Mari kita IKTIKAF. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.  [115]. I'tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Mengenai turunnya ayat ini terdapat beberapa peristiwa sebagai berikut:a. Para shahabat Nabi SAW menganggap bahwa makan, minum dan menggauli istrinya pada malam hari bulan Ramadhan, hanya boleh dilakukan sementara mereka belum tidur. Di antara mereka Qais bin Shirmah dan Umar bin Khaththab. Qais bin Shirmah (dari golongan Anshar) merasa kepayahan setelah bekerja pada siang harinya. Karenanya setelah shalat Isya, ia tertidur, sehingga tidak makan dan minum hingga pagi. Adapun Umar bin Khaththab menggauli istrinya setelah tertidur pada malam hari bulan Ramadhan. Keesokan harinya ia menghadap kepada Nabi SAW untuk menerangkan hal itu. Maka turunlah ayat "Uhilla lakum lailatashshiamir rafatsu sampai atimmush shiyama ilal lail" (S. 2: 187) (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim dari Abdurrahman bin Abi Laila, yang bersumber dari Mu'adz bin Jabal. Hadits ini masyhur, artinya hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih kepada tiga orang atau lebih dan seterusnya. Walaupun ia tidak mendengar langsung dari Mu'adz bin Jabal, tapi mempunyai sumber lain yang memperkuatnya.) b. Seorang shahabat Nabi SAW tidak makan dan minum pada malam bulan Ramadhan, karena tertidur setelah tibanya waktu berbuka puasa. Pada malam itu ia tidak makan sama sekali, dan keesokan harinya ia berpuasa lagi. Seorang shahabat lainnya bernama Qais bin Shirmah (dari golongan Anshar), ketika tiba waktu berbuka puasa, meminta makanan kepada istrinya yang kebetulan belum tersedia. Ketika istrinya menyediakan makanan, karena lelahnya bekerja pada siang harinya, Qais bin Shirmah tertidur. Setelah makanan tersedia, istrinya mendapatkan suaminya tertidur. Berkatalah ia: "Wahai, celakalah engkau." (Pada waktu itu ada anggapan bahwa apabila seseorang sudah tidur pada malam hari bulan puasa, tidak dibolehkan makan). Pada tengah hari keesokan harinya, Qais bin Shirmah pingsan. Kejadian ini disampaikan kepada Nabi SAW. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 187) sehingga gembiralah kaum Muslimin. c. Para shahabat Nabi SAW apabila tiba bulan Ramadhan tidak mendekati istrinya sebulan penuh. Akan tetapi terdapat di antaranya yang tidak dapat menahan nafsunya. Maka turunlah ayat " 'Alimal lahu annakum kuntum takhtanuna anfusakum fataba'alaikum wa'afa 'ankum sampai akhir ayat." (Diriwayatkan oleh Bukhari dari al-Barra.) d. Pada waktu itu ada anggapan bahwa pada bulan Ramadhan yang puasa haram makan, minum dan menggauli istrinya setelah tertidur malam hari sampai ia berbuka puasa keesokan harinya. Pada suatu ketika 'umar bin Khaththab pulang dari rumah Nabi SAW setelah larut malam. Ia menginginkan menggauli istrinya, tapi istrinya berkata: "Saya sudah tidur." 'Umar berkata: "Kau tidak tidur", dan ia pun menggaulinya. Demikian juga Ka'b berbuat seperti itu. Keesokan harinya 'umar menceritakan hal dirinya kepada Nabi SAW. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 187) dari awal sampai akhir ayat. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim dari Abdullah bin Ka'b bin Malik, yang bersumber dari bapaknya.) e. Kata "minal fajri" dalam S. 2: 187 diturunkan berkenaan dengan orang-orang pada malam hari, mengikat kakinya dengan tali putih dan tali hitam, apabila hendak puasa. Mereka makan dan minum sampai jelas terlihat perbedaan antara ke dua tali itu, Maka turunlah ayat "minal fajri". Kemudian mereka mengerti bahwa khaithul abydlu minal khaitil aswadi itu tiada lain adalah siang dan malam. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Sahl bin Sa'id.) f. Kata "wala tubasyiruhunna wa antum 'akifuna fil masajid" dalam S. 2: 187 tersebut di atas turun berkenaan dengan seorang shahabat yang keluar dari masjid untuk menggauli istrinya di saat ia sedang i'tikaf. (Diriwayatkan oleh ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.)

Meredam Gelisah Hati Untuk Menggapai Ketentraman Hidup dengan berpedoman Al Quran. Mari Bacalah setiap waktu dan pahami (mengkaji) untuk pedoman hidup agar kita tau Indahnya hidup penuh makna. Tiada suara yang indah di dengar selain merdunya bacaan Al Quran.

Meredam Gelisah Hati Untuk Menggapai Ketentraman Hidup dengan berpedoman Al Quran. Mari Bacalah setiap waktu dan pahami (mengkaji) untuk pedoman hidup agar kita tau Indahnya hidup penuh makna. Tiada suara yang indah di dengar selain merdunya bacaan Al Quran.