*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*
edopilpay.com
*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــم*
اَللّهُ اَكْبَرُ،
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ
، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ،
اَللّهُ اَكْبَرُ،
وَلِلّهِ الْحَمْدِ تَقَبَّلَ
اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا
وَصِيَامَكُمٌ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا
مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَُ "تَقَبَّلَ
اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ
صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Suryo Idul Adha 2016 M/1437H
anggowo pangarep-arep silaturohim kanggo lantaran rumakete Ati,
Kulo Masedo dalah keluargo caos pangapuro kanthi mantep nglalek'ake kelepatan liyan gawe tentreming batos,
“Nadyan netra tansasmita, lathi tanwicara,hamung aksara tinata minangka duta.
Bebeging manah nyuwun gunging pangapurandika lan sugeng riyadi Idul Adha
Gilir gumanti padhang tetrawangan ing wayah ratri. Kawula Masedo dalah keluargo ngaturaken sugeng riaden sugeng karaharjan, rena ing penggalih kawula nyuwun agunging samudra pangaksama lahir trusing batos, mugiya tansah winengku ing karahayon lan widada ing sambikala.
Paijem gadhah Fiat. Diagem tour dateng Banten.
Dalem kathah lepat,kerso paring agunging pangapunten,
Matur sembah Nuwun.
آمــــــــــــــين.
edopilpay
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Sunday, 11 September 2016
Masedo ngaturaken Idul Adha 2016M/1437H
Friday, 9 September 2016
Friday, 19 August 2016
Sunday, 7 August 2016
Masedo wong Jowo asli
♨Boso Jawa iku pancen unik :
-🍉Tuku Sithik = nempil
-🍐Nyolong Sithik = ngutil
-🍎Bayar Sithik = nyicil
-🌽Pecah Sithik = cuwil
-🍆Kurang Sithik = gumpil
-🍓Sodaqoh Sithik = cethil
-🍏Mangan Sithik = nithil
-🍍Nyenggol Sithik = njawil
-🍌Kriting Sithik = kriwil
-🍒Nemplek Sithik = kanthil
-🍈Uwoh cilik = pentil
-🍆Nakal Sithik = methakil
-🍊Anak paling cilik = ragil
-🍇Alat nggoreng = suthil
-🍒Tikus cilik = cindhil
-🍅Dinggo mlaku = sikil
-🌵Wadah gudeg = kendhil
-🍀Godong lumbu = buntil
-🐋Gamane iwak= patil
-🐙Ra ganep = ganjil
-🕷Melu terus = nginthil
-🍔Jajan pasar = cenil
-🦃Jeneng buto = Cakil.
-🐎Njoged jaran kepang= njathil
-Numpak pit ra gaduk = kethowal
kethawil
-😎Lara mata = timbil
-🦂Anak kadal = tobil
-😇Nek kaget = njondhil
-😘Pipi tembem = gembil
-🌼Sedulure Mbang melati = kanthil
-🎲 watu cilik = krikil
- 🍼nyusu mboke : menthil
-🐐 telek kambing : srinthil
- 💓 Isi tempek itil
-😜 Sing moco nek guya guyu dewe arane KENTHIR.
-🙊 Saru....
-🍉Tuku Sithik = nempil
-🍐Nyolong Sithik = ngutil
-🍎Bayar Sithik = nyicil
-🌽Pecah Sithik = cuwil
-🍆Kurang Sithik = gumpil
-🍓Sodaqoh Sithik = cethil
-🍏Mangan Sithik = nithil
-🍍Nyenggol Sithik = njawil
-🍌Kriting Sithik = kriwil
-🍒Nemplek Sithik = kanthil
-🍈Uwoh cilik = pentil
-🍆Nakal Sithik = methakil
-🍊Anak paling cilik = ragil
-🍇Alat nggoreng = suthil
-🍒Tikus cilik = cindhil
-🍅Dinggo mlaku = sikil
-🌵Wadah gudeg = kendhil
-🍀Godong lumbu = buntil
-🐋Gamane iwak= patil
-🐙Ra ganep = ganjil
-🕷Melu terus = nginthil
-🍔Jajan pasar = cenil
-🦃Jeneng buto = Cakil.
-🐎Njoged jaran kepang= njathil
-Numpak pit ra gaduk = kethowal
kethawil
-😎Lara mata = timbil
-🦂Anak kadal = tobil
-😇Nek kaget = njondhil
-😘Pipi tembem = gembil
-🌼Sedulure Mbang melati = kanthil
-🎲 watu cilik = krikil
- 🍼nyusu mboke : menthil
-🐐 telek kambing : srinthil
- 💓 Isi tempek itil
-😜 Sing moco nek guya guyu dewe arane KENTHIR.
-🙊 Saru....
Wednesday, 3 August 2016
Selesaikan hutang dg izin Alloh
KISAH NYATA BERTAUBAT DAN TAAT
Hutang Lunas, Istri Kembali, Semoga bermanfaat yuk baca :
“Lik, kalau besuk kamu nggak bisa melunasi utangmu, lebih baik kamu mengosongi rumah ini. Atau, aku yang akan mengosongi rumahmu ini” ancam rentenir, Ahad pagi itu. Dunia makin terasa sempit bagi Malik. Sudah tiga tahun ini ia bergelut dengan masalahnya, namun tak juga ia sanggup mengatasi masalah-masalah yang membelitnya, termasuk hutang tersebut. Malik sudah berusaha mencari pinjaman, tapi hasilnya nihil. Kurang dari 24 jam lagi rumah satu-satunya itu akan disita.
Setelah si rentenir pergi, datanglah tamu kedua yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Sudah 2 tahun suami istri itu pisah ranjang.
“Kalau Abang belum juga menandatangani surat cerai saya, insya Allah besuk siang ada yang akan datang menjemput paksa Abang. Jadi besuk pukul 12 siang, saya tunggu di Pengadilan Agama untuk tanda tangan surat cerai!” Malik makin bongkok mendengar tuntutan istrinya itu. Ah... kalau saja si Malik tidak selingkuh. Ia masih ingat masa itu, ketika masih jaya-jayanya, Malik punya hobi main judi dan minum. Ketika usahanya bangkrut, hobi itu menjadi pelarian. Di tahun kedua ia main judi dan mabuk, terjadilah ‘perselingkuhan’ itu. Malik sudah menjelaskan bahwa ia selingkuh tidak sengaja, tetapi istrinya tidak terima. Pulang ke rumah orangtuanya dan meminta cerai.
Setelah Asar, anak pertama datang ke rumah. “Pak, besuk aku sudah nggak bisa sekolah lagi!”
“Kenapa?” tanya Malik
“Habis Bapak tidak membayarkan uang sekolah. Sudah tujuh bulan nunggak.”
Malik semakin bingung. Tiga masalah menumpuk dan memuncak di hari itu. Pikiran Malik semakin gelap seiring hari yang juga mulai gelap. Akhirnya malam itu, Malik memutuskan untuk bunuh diri.
Untunglah Malik masih punya sedikit iman. Sebelum bunuh diri, ia ingat belum Shalat Isya’. Sudah lama sebenarnya Malik tidak shalat, dan ia ingin shalat untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggal. Keinginan untuk shalat ini rupanya adalah taufik dari Allah yang membuat Malik secara tak sengaja mengamalkan 6 amalan yang diwasiatkan Rasulullah kepada umatnya jika sedang dilanda gelisah. Fal yatawadh-dha’, langkah pertama adalah berwudhu.
Setelah berwudhu, tiba-tiba hati Malik mulai tenang. “Ya Allah... saya belum pernah dapat ketenangan seperti ini!”
Malik kemudian menunaikan shalat Isya’. Langkah kedua dalam wasiat Rasulullah: wal yushalli rak’atain dikerjakan oleh Malik. Meskipun yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Shalat Hajat, namun esensinya sama dengan Shalat Isya’ yang dilakukan Malik.
Setelah shalat, Malik melihat Al Qur’an di atas rak bukunya. “Mengaji dulu ah, untuk terakhir kali,” kata Malik yang kemudian secara tak sengaja membuka Surat Ali Imran ayat 26.
”Katakanlah, ‘Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Seakan-akan Allah mengatakan kepada Malik: “Lik, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kata siapa rumahmu akan disita jika Allah mengamankannya? Kata siapa kau aka bercerai jika Allah menyatukan kalian? Kata siapa anakmu akan putus sekolah jika Allah memberi rezeki? Semua keputusan ada di tangan-Ku”
Namun Malik tetap belum percaya. Bagaimana mungkin uang 15 juta bisa ia dapatkan dalam hitungan jam. Bagaimana mungkin ia bisa kembali harmonis dengan istrinya jika jam 12 besuk ia harus bercerai di pengadilan.
Kemudian Malik meneruskan bacaannya. Ternyata artinya: ”Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki, tanpa batas.” (QS. Ali Imran : 27)
Malik masih ragu. Ia pun membuka lembaran mushaf yang lain dan membaca Surat Faathir ayat 2-3.
”Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yan dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling?”
Setelah membaca ayat ini, Malik pun sadar. Ia memohon ampun kepada Allah karena telah berniat bunuh diri yang dosanya sangat besar. “Kalau semua urusan adalah kehendak Allah, saya tidak jadi bunuh diri deh,” kata Malik sambil menutup mushafnya.
Malik kemudian mematikan seluruh lampu rumahnya, kecuali kamarnya dan kamar anaknya. Ia ingin bermunajat kepada Allah. Yang ternyata, itu amal keempat dalam wasiat Nabi setelah berwudhu, shalat dan membaca Qur’an.
Malik berdoa dengan khusyu’ memohon kepada Allah agar rumahnya tidak jadi disita, tidak jadi cerai dengan istrinya dan anaknya bisa tetap sekolah. Malik mengiringi doanya dengan membaca asmaul husna yang dihafalnya: Ya Aziizu ya Hakiim, ya Ghafuru ya Rahiim.
Malik terus berdoa dan membaca asmaul husna hingga jam 1. Mata terasa ngantuk, tetapi Malik tidak menyerah. Ia pun berwudhu dan membaca Qur’an lagi. Kali ini ayat yang dibuka tepat tentang keutamaan taqwa dan tawakkal. Surat Ath Thalaq ayat 2-3.
”Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”
Selesai membaca ayat ini, Malik kembali berdoa. Namun, kali ini doanya berbeda dari doa sebelumnya. Ia benar-benar bertawakkal dalam doanya. “Ya Allah... ampuniah dosaku. Jika besuk para rentenir itu datang, aku memasrahkan rumah ini. Aku telah menyerahkan semuanya kepadaMu...”
Setelah bertawakkal, kini Malik mendapatkan petunjuk untuk melakukan amalan keenam yang diwasiatkan Nabi, yaitu wal yatashaddaq, bersedekahlah. Malik ingat bahwa yang akan disita dalah rumahnya saja, sedangkan isinya tidak. Maka ia pun berencana menyedekahkan isi rumah itu. Ia akan keluar dari rumah itu hanya membawa pakaian saja.
Adzan Subuh terdengar. Malik yang sebelumnya lama tidak ke masjid, kini pergi ke rumah Allah itu untuk shalat berjamaah. Selesai shalat, dzikir dan doa, Malik tidak langsung pulang. Ia ingin terus menenangkan hatinya di masjid. Ia pun membaca surat Al Waqi’ah. Ia pernah mendengar, siapa yang membaca surat Al Waqi’ah akan dijauhkan dari kefakiran.
Tepat pukul 6 pagi, Malik keluar dari masjid. Begitu nyampai rumah, ia melihat sudah ada orang yang menunggunya. “keterlaluan si rentenir, janji datang jam 10, jam 6 sudah di sini,” kata Malik. Namun, ia tetap merasa tenang. Tak lupa ia membaca basmalah. edopilpay
Ternyata tamu pagi-pagi ini bukan rentenir, melainkan teman lamanya. Singkat cerita, setelah saling sapa dan dibuatkan minum, sang teman menyampaikan maksud kedatangannya.
“Sebenarnya gue ada order Lik. Elu kan jago naksir alat-alat berat, bantu gue ya,” kata sang teman. Malik yang memang jago menaksir harga dimintanya untuk menemani ke luar kota yang mau mengadakan lelang alat berat.
“Maaf, nggak bisa. Gue lagi males,” jawab Malik.
“Aduh Lik, tolong dong... bisa rugi gue kalau elu nggak ikut”
Karena Malik tidak mau ikut temannya, ia pun iseng mengatakan, “Begini, deh. Kalau memang elu mau tetap ngajakgue juga, siapkan duit 50 juta cash di meja gue”
Perkiraan Malik, tidak mungkin temannya menyanggupi hal itu. Namun bagi Allah, semuanya bisa terjadi atas kehendakNya. Kun fayakun.
“Lik, kalau 50 juta mah nggak ada. Tapi kalau 25 juta ada, pagi ini cash pun gue siapin”
“Tolong diulang yang tadi,” kata Si Malik yang tersedak mendengar kesanggupan sang teman.
“Kalau 25 juta, bisa langsung gue siapin. Cash”
Alhamdulillah... selesailah masalah pertama. Masalah utang 15 juta itu beres, bahkan ada sisa 10 juta. Tinggal dua masalah lagi. Istri dan anak.
Rupanya, ketika Malik berdoa di malam hari, anaknya yang bungsu tak bisa tidur, ia nangis terus. Orang tua dari istri Malik menyarankan agar si anak dipertemukan dengan Malik pagi-pagi. “Barangkali anakmu kangen bapaknya, ajaklah bertemu besuk pagi sebelum kalian bercerai.”
Setelah mendapatkan uang 25 juta tersebut, datanglah si istri ke rumah Malik sesuai saran orangtuanya. Malik tersenyum lebar menyambutnya. Si istri pun terheran-heran. Namun belum lagi hilang penasarannya, Malik segera memeluknya dan berkata: “Alhamdulillah, Mah, kita selamat!”
“Selamat apa Bang?”
“Abang dapat duit, nih 25 juta. Mamah tahu kan rumah kita diincar rentenir gara-gara utang Abang 15 juta. Ini uang 15 juta nanti Mamah pegang, bayarkan ke rentenir biar nggak datang lagi selamanya. Katanya mau datang jam 10. Sisanya kita bagi dua. 5 juta buat ongkos Abang ke Riau, yang 5 juta Mamah pegang buat urusan anak-anak. Selama Abang di Riau, tolong jaga anak-anak ya”
“Iya Bang” entah mengapa tiba-tiba kata-kata itu yang keluar dari bibir istrinya. Istri yang tadinya bersikeras meminta cerai tiba-tiba lulu hatinya.
Permasalahan kedua pun selesai. Tinggal permasalahan ketiga, yaitu masalah SPP anak. Masalah ini justru yang paling ringan karena tunggakan SPP hanya 7 bulan, sebulannya Rp 50 ribu. Jadi totalnya hanya Rp 350 ribu. [Disarikan dari Buku Kun Fayakun.
Hutang Lunas, Istri Kembali, Semoga bermanfaat yuk baca :
“Lik, kalau besuk kamu nggak bisa melunasi utangmu, lebih baik kamu mengosongi rumah ini. Atau, aku yang akan mengosongi rumahmu ini” ancam rentenir, Ahad pagi itu. Dunia makin terasa sempit bagi Malik. Sudah tiga tahun ini ia bergelut dengan masalahnya, namun tak juga ia sanggup mengatasi masalah-masalah yang membelitnya, termasuk hutang tersebut. Malik sudah berusaha mencari pinjaman, tapi hasilnya nihil. Kurang dari 24 jam lagi rumah satu-satunya itu akan disita.
Setelah si rentenir pergi, datanglah tamu kedua yang tidak lain adalah istrinya sendiri. Sudah 2 tahun suami istri itu pisah ranjang.
“Kalau Abang belum juga menandatangani surat cerai saya, insya Allah besuk siang ada yang akan datang menjemput paksa Abang. Jadi besuk pukul 12 siang, saya tunggu di Pengadilan Agama untuk tanda tangan surat cerai!” Malik makin bongkok mendengar tuntutan istrinya itu. Ah... kalau saja si Malik tidak selingkuh. Ia masih ingat masa itu, ketika masih jaya-jayanya, Malik punya hobi main judi dan minum. Ketika usahanya bangkrut, hobi itu menjadi pelarian. Di tahun kedua ia main judi dan mabuk, terjadilah ‘perselingkuhan’ itu. Malik sudah menjelaskan bahwa ia selingkuh tidak sengaja, tetapi istrinya tidak terima. Pulang ke rumah orangtuanya dan meminta cerai.
Setelah Asar, anak pertama datang ke rumah. “Pak, besuk aku sudah nggak bisa sekolah lagi!”
“Kenapa?” tanya Malik
“Habis Bapak tidak membayarkan uang sekolah. Sudah tujuh bulan nunggak.”
Malik semakin bingung. Tiga masalah menumpuk dan memuncak di hari itu. Pikiran Malik semakin gelap seiring hari yang juga mulai gelap. Akhirnya malam itu, Malik memutuskan untuk bunuh diri.
Untunglah Malik masih punya sedikit iman. Sebelum bunuh diri, ia ingat belum Shalat Isya’. Sudah lama sebenarnya Malik tidak shalat, dan ia ingin shalat untuk terakhir kalinya sebelum ia meninggal. Keinginan untuk shalat ini rupanya adalah taufik dari Allah yang membuat Malik secara tak sengaja mengamalkan 6 amalan yang diwasiatkan Rasulullah kepada umatnya jika sedang dilanda gelisah. Fal yatawadh-dha’, langkah pertama adalah berwudhu.
Setelah berwudhu, tiba-tiba hati Malik mulai tenang. “Ya Allah... saya belum pernah dapat ketenangan seperti ini!”
Malik kemudian menunaikan shalat Isya’. Langkah kedua dalam wasiat Rasulullah: wal yushalli rak’atain dikerjakan oleh Malik. Meskipun yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Shalat Hajat, namun esensinya sama dengan Shalat Isya’ yang dilakukan Malik.
Setelah shalat, Malik melihat Al Qur’an di atas rak bukunya. “Mengaji dulu ah, untuk terakhir kali,” kata Malik yang kemudian secara tak sengaja membuka Surat Ali Imran ayat 26.
”Katakanlah, ‘Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Seakan-akan Allah mengatakan kepada Malik: “Lik, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kata siapa rumahmu akan disita jika Allah mengamankannya? Kata siapa kau aka bercerai jika Allah menyatukan kalian? Kata siapa anakmu akan putus sekolah jika Allah memberi rezeki? Semua keputusan ada di tangan-Ku”
Namun Malik tetap belum percaya. Bagaimana mungkin uang 15 juta bisa ia dapatkan dalam hitungan jam. Bagaimana mungkin ia bisa kembali harmonis dengan istrinya jika jam 12 besuk ia harus bercerai di pengadilan.
Kemudian Malik meneruskan bacaannya. Ternyata artinya: ”Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki, tanpa batas.” (QS. Ali Imran : 27)
Malik masih ragu. Ia pun membuka lembaran mushaf yang lain dan membaca Surat Faathir ayat 2-3.
”Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yan dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling?”
Setelah membaca ayat ini, Malik pun sadar. Ia memohon ampun kepada Allah karena telah berniat bunuh diri yang dosanya sangat besar. “Kalau semua urusan adalah kehendak Allah, saya tidak jadi bunuh diri deh,” kata Malik sambil menutup mushafnya.
Malik kemudian mematikan seluruh lampu rumahnya, kecuali kamarnya dan kamar anaknya. Ia ingin bermunajat kepada Allah. Yang ternyata, itu amal keempat dalam wasiat Nabi setelah berwudhu, shalat dan membaca Qur’an.
Malik berdoa dengan khusyu’ memohon kepada Allah agar rumahnya tidak jadi disita, tidak jadi cerai dengan istrinya dan anaknya bisa tetap sekolah. Malik mengiringi doanya dengan membaca asmaul husna yang dihafalnya: Ya Aziizu ya Hakiim, ya Ghafuru ya Rahiim.
Malik terus berdoa dan membaca asmaul husna hingga jam 1. Mata terasa ngantuk, tetapi Malik tidak menyerah. Ia pun berwudhu dan membaca Qur’an lagi. Kali ini ayat yang dibuka tepat tentang keutamaan taqwa dan tawakkal. Surat Ath Thalaq ayat 2-3.
”Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”
Selesai membaca ayat ini, Malik kembali berdoa. Namun, kali ini doanya berbeda dari doa sebelumnya. Ia benar-benar bertawakkal dalam doanya. “Ya Allah... ampuniah dosaku. Jika besuk para rentenir itu datang, aku memasrahkan rumah ini. Aku telah menyerahkan semuanya kepadaMu...”
Setelah bertawakkal, kini Malik mendapatkan petunjuk untuk melakukan amalan keenam yang diwasiatkan Nabi, yaitu wal yatashaddaq, bersedekahlah. Malik ingat bahwa yang akan disita dalah rumahnya saja, sedangkan isinya tidak. Maka ia pun berencana menyedekahkan isi rumah itu. Ia akan keluar dari rumah itu hanya membawa pakaian saja.
Adzan Subuh terdengar. Malik yang sebelumnya lama tidak ke masjid, kini pergi ke rumah Allah itu untuk shalat berjamaah. Selesai shalat, dzikir dan doa, Malik tidak langsung pulang. Ia ingin terus menenangkan hatinya di masjid. Ia pun membaca surat Al Waqi’ah. Ia pernah mendengar, siapa yang membaca surat Al Waqi’ah akan dijauhkan dari kefakiran.
Tepat pukul 6 pagi, Malik keluar dari masjid. Begitu nyampai rumah, ia melihat sudah ada orang yang menunggunya. “keterlaluan si rentenir, janji datang jam 10, jam 6 sudah di sini,” kata Malik. Namun, ia tetap merasa tenang. Tak lupa ia membaca basmalah. edopilpay
Ternyata tamu pagi-pagi ini bukan rentenir, melainkan teman lamanya. Singkat cerita, setelah saling sapa dan dibuatkan minum, sang teman menyampaikan maksud kedatangannya.
“Sebenarnya gue ada order Lik. Elu kan jago naksir alat-alat berat, bantu gue ya,” kata sang teman. Malik yang memang jago menaksir harga dimintanya untuk menemani ke luar kota yang mau mengadakan lelang alat berat.
“Maaf, nggak bisa. Gue lagi males,” jawab Malik.
“Aduh Lik, tolong dong... bisa rugi gue kalau elu nggak ikut”
Karena Malik tidak mau ikut temannya, ia pun iseng mengatakan, “Begini, deh. Kalau memang elu mau tetap ngajakgue juga, siapkan duit 50 juta cash di meja gue”
Perkiraan Malik, tidak mungkin temannya menyanggupi hal itu. Namun bagi Allah, semuanya bisa terjadi atas kehendakNya. Kun fayakun.
“Lik, kalau 50 juta mah nggak ada. Tapi kalau 25 juta ada, pagi ini cash pun gue siapin”
“Tolong diulang yang tadi,” kata Si Malik yang tersedak mendengar kesanggupan sang teman.
“Kalau 25 juta, bisa langsung gue siapin. Cash”
Alhamdulillah... selesailah masalah pertama. Masalah utang 15 juta itu beres, bahkan ada sisa 10 juta. Tinggal dua masalah lagi. Istri dan anak.
Rupanya, ketika Malik berdoa di malam hari, anaknya yang bungsu tak bisa tidur, ia nangis terus. Orang tua dari istri Malik menyarankan agar si anak dipertemukan dengan Malik pagi-pagi. “Barangkali anakmu kangen bapaknya, ajaklah bertemu besuk pagi sebelum kalian bercerai.”
Setelah mendapatkan uang 25 juta tersebut, datanglah si istri ke rumah Malik sesuai saran orangtuanya. Malik tersenyum lebar menyambutnya. Si istri pun terheran-heran. Namun belum lagi hilang penasarannya, Malik segera memeluknya dan berkata: “Alhamdulillah, Mah, kita selamat!”
“Selamat apa Bang?”
“Abang dapat duit, nih 25 juta. Mamah tahu kan rumah kita diincar rentenir gara-gara utang Abang 15 juta. Ini uang 15 juta nanti Mamah pegang, bayarkan ke rentenir biar nggak datang lagi selamanya. Katanya mau datang jam 10. Sisanya kita bagi dua. 5 juta buat ongkos Abang ke Riau, yang 5 juta Mamah pegang buat urusan anak-anak. Selama Abang di Riau, tolong jaga anak-anak ya”
“Iya Bang” entah mengapa tiba-tiba kata-kata itu yang keluar dari bibir istrinya. Istri yang tadinya bersikeras meminta cerai tiba-tiba lulu hatinya.
Permasalahan kedua pun selesai. Tinggal permasalahan ketiga, yaitu masalah SPP anak. Masalah ini justru yang paling ringan karena tunggakan SPP hanya 7 bulan, sebulannya Rp 50 ribu. Jadi totalnya hanya Rp 350 ribu. [Disarikan dari Buku Kun Fayakun.
Friday, 22 July 2016
Jaman akan selalu berubah
Zaman dimana, Cewe gigi dipagar,
Dada diumbar-umbar,
Paha Berkibar2,
Giliran di godain bilangnya "Tolong ya Mas, kalau punya Mata Dijaga".
JANGAN SALAHKAN KEADAAN. !!
Lelaki ngajak Nikah Dipersulit,
Lelaki ngajak Pacaran diturutin,
giliran disakitin Bilangnya "Semua Lelaki Sama".
Lelaki sholeh ditolak, Lelaki Aneh diterima
giliran Dikhianatin bilangnya " Semua Lelaki Jahat".
Di ajak ngaji ogah ogahan,
diajak Maksiat Mau Mau Aje
giliran Hilang Kehormatan bilangnya "Hidup Ini ga Adil".
Di Ajak Berhijab banyak Alasan,
Diajak pakai Baju Seksi Ikut ikutan
giliran ada Pemerkosaan Bilangnya "Semua Lelaki Busuk".
Jangan dikit-dikit nyalahkan Keadaan.
Coba INTROSPEKSI Diri kita,,
jangan-jangan itu karena Kelalaian kita sendiri.
Ingat pesan Bang Napi ="
Kejahatan Bukan
Hanya karena Niat
Tapi Karna Adanya Kesempatan.'
NB Foto :
Ketika ada wanita yg memakai hijab secara sempurna,
anda bilang sebagai teroris.
Bolehkah kami bilang kepada wanita yg berpakaian sexy
dan menampakan auratnya sebagai pelacur?
Dada diumbar-umbar,
Paha Berkibar2,
Giliran di godain bilangnya "Tolong ya Mas, kalau punya Mata Dijaga".
JANGAN SALAHKAN KEADAAN. !!
Lelaki ngajak Nikah Dipersulit,
Lelaki ngajak Pacaran diturutin,
giliran disakitin Bilangnya "Semua Lelaki Sama".
Lelaki sholeh ditolak, Lelaki Aneh diterima
giliran Dikhianatin bilangnya " Semua Lelaki Jahat".
Di ajak ngaji ogah ogahan,
diajak Maksiat Mau Mau Aje
giliran Hilang Kehormatan bilangnya "Hidup Ini ga Adil".
Di Ajak Berhijab banyak Alasan,
Diajak pakai Baju Seksi Ikut ikutan
giliran ada Pemerkosaan Bilangnya "Semua Lelaki Busuk".
Jangan dikit-dikit nyalahkan Keadaan.
Coba INTROSPEKSI Diri kita,,
jangan-jangan itu karena Kelalaian kita sendiri.
Ingat pesan Bang Napi ="
Kejahatan Bukan
Hanya karena Niat
Tapi Karna Adanya Kesempatan.'
NB Foto :
Ketika ada wanita yg memakai hijab secara sempurna,
anda bilang sebagai teroris.
Bolehkah kami bilang kepada wanita yg berpakaian sexy
dan menampakan auratnya sebagai pelacur?
Sunday, 17 July 2016
Wejangan by:edopilpay
WEJANGAN KANJENG SUNAN KALIJAGA KEPADA KI AGENG SELO TENTANG PACOL.
Filsafat Pacul, Wejangan Sunan Kalijaga pada Ki Ageng Sela DALAM ngelmu, seseorang dituntut untuk menggunakan pikirannya untuk membaca dan memahami apa-apa yang ada di sekelilingnya. Ketika seseorang meguru atau berguru pada orang
yang sudah mumpuni dalam hal ilmu rasa, maka dia harus 'menggerakkan' otaknya untuk
memahami apa yang ada di alam semesta ini. Artinya, alam semesta ini 'dibaca' dan diartikan sendiri
apa yang menjadi makna sejatinya. Ki Ageng Sela yang kondang namanya lantaran mampu menangkap petir pun pernah berguru
pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Salah satu wejangan dari Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng
Sela adalah tentang Pacul. Ketika itu Kanjeng Sunan Kalijaga menyuruh Ki Ageng Sela untuk
'membaca' Pacul. Pacul atau cangkul adalah salah satu alat yang merupakan senjata para petani. Senjata ini
digunakan para petani untuk mengolah lahan pertanian. Tampaknya memang sederhana, Pacul.
Tapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah tinggi. Dari wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela, Pacul atau cangkul itu terdiri dari 3
bagian. Ketiga bagian tersebut adalah: Pacul (bagian yang tajam untuk mengolah lahan pertanian), Bawak (lingkaran tempat batang doran), dan Doran (batang kayu untuk pegangan cangkul). Menurut wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga, sebuah pacul yang lengkap, tidak akan dapat berdiri
sendiri-sendiri. Ketiga bagian tersebut harus bersatu untuk dapat digunakan oleh petani. Apa
sebenarnya arti dari Pacul, Bawak dan Doran itu? * Pacul. Memiliki arti "ngipatake barang kang muncul" Artinya, menyingkirkan bagian yang mendugul atau bagian yang tidak rata. Dari alat Pacul tersebut setidaknya bisa diartikan bahwa kita manusia ini harus selalu berbuat baik dengan
menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebih, cepat marah, mau menang
sendiri dan sifat-sifat jelek kita lainnya yang dikatakan 'tidak rata'. * Bawak. Memiliki arti "obahing awak". Arti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki dari GUSTI ALLAH guna memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, arti
ikhtiar tersebut juga bukan hanya berarti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk
senantiasa "manembah GUSTI ALLAH tan kendhat Rino Kelawan Wengi" (menyembah GUSTI ALLAH
siang maupun malam). * Doran. Memiliki arti "Dongo marang Pengeran" ada juga yang mengartikan "Ojo Adoh Marang Pengeran". Arti "Dongo Marang Pengeran" adalah doa yang dipanjatkan pada GUSTI ALLAH.
Pengeran berasal dari kata GUSTI ALLAH kang dingengeri (GUSTI ALLAH yang diikuti). Sedangkan
"Ojo Adoh Marang Pengeran" memiliki arti janganlah kita manusia ini menjauhi GUSTI ALLAH.
Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah GUSTI ALLAH, bukan menyembah yang lain. Ketiga bagian Pacul tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau digabung, maka ketiganya
memiliki arti, manusia hendaknya mampu menyingkirkan sifat-sifat buruknya, berikhtiar untuk
mencari rezeki GUSTI ALLAH dan tidak melupakan untuk selalu berdoa dan menyembah GUSTI
ALLAH. Bukankah kini kita mengetahui bahwa benda Pacul itu memiliki nilai filsafat yang tinggi?(*)
Filsafat Pacul, Wejangan Sunan Kalijaga pada Ki Ageng Sela DALAM ngelmu, seseorang dituntut untuk menggunakan pikirannya untuk membaca dan memahami apa-apa yang ada di sekelilingnya. Ketika seseorang meguru atau berguru pada orang
yang sudah mumpuni dalam hal ilmu rasa, maka dia harus 'menggerakkan' otaknya untuk
memahami apa yang ada di alam semesta ini. Artinya, alam semesta ini 'dibaca' dan diartikan sendiri
apa yang menjadi makna sejatinya. Ki Ageng Sela yang kondang namanya lantaran mampu menangkap petir pun pernah berguru
pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Salah satu wejangan dari Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng
Sela adalah tentang Pacul. Ketika itu Kanjeng Sunan Kalijaga menyuruh Ki Ageng Sela untuk
'membaca' Pacul. Pacul atau cangkul adalah salah satu alat yang merupakan senjata para petani. Senjata ini
digunakan para petani untuk mengolah lahan pertanian. Tampaknya memang sederhana, Pacul.
Tapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah tinggi. Dari wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela, Pacul atau cangkul itu terdiri dari 3
bagian. Ketiga bagian tersebut adalah: Pacul (bagian yang tajam untuk mengolah lahan pertanian), Bawak (lingkaran tempat batang doran), dan Doran (batang kayu untuk pegangan cangkul). Menurut wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga, sebuah pacul yang lengkap, tidak akan dapat berdiri
sendiri-sendiri. Ketiga bagian tersebut harus bersatu untuk dapat digunakan oleh petani. Apa
sebenarnya arti dari Pacul, Bawak dan Doran itu? * Pacul. Memiliki arti "ngipatake barang kang muncul" Artinya, menyingkirkan bagian yang mendugul atau bagian yang tidak rata. Dari alat Pacul tersebut setidaknya bisa diartikan bahwa kita manusia ini harus selalu berbuat baik dengan
menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebih, cepat marah, mau menang
sendiri dan sifat-sifat jelek kita lainnya yang dikatakan 'tidak rata'. * Bawak. Memiliki arti "obahing awak". Arti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki dari GUSTI ALLAH guna memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, arti
ikhtiar tersebut juga bukan hanya berarti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk
senantiasa "manembah GUSTI ALLAH tan kendhat Rino Kelawan Wengi" (menyembah GUSTI ALLAH
siang maupun malam). * Doran. Memiliki arti "Dongo marang Pengeran" ada juga yang mengartikan "Ojo Adoh Marang Pengeran". Arti "Dongo Marang Pengeran" adalah doa yang dipanjatkan pada GUSTI ALLAH.
Pengeran berasal dari kata GUSTI ALLAH kang dingengeri (GUSTI ALLAH yang diikuti). Sedangkan
"Ojo Adoh Marang Pengeran" memiliki arti janganlah kita manusia ini menjauhi GUSTI ALLAH.
Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah GUSTI ALLAH, bukan menyembah yang lain. Ketiga bagian Pacul tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau digabung, maka ketiganya
memiliki arti, manusia hendaknya mampu menyingkirkan sifat-sifat buruknya, berikhtiar untuk
mencari rezeki GUSTI ALLAH dan tidak melupakan untuk selalu berdoa dan menyembah GUSTI
ALLAH. Bukankah kini kita mengetahui bahwa benda Pacul itu memiliki nilai filsafat yang tinggi?(*)
Monday, 4 July 2016
Masedo sekeluarga hangaturaken Minal adin wal faizin
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*
edopilpay.com
*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــم*
اَللّهُ اَكْبَرُ،
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ
، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ،
اَللّهُ اَكْبَرُ،
وَلِلّهِ الْحَمْدِ تَقَبَّلَ
اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا
وَصِيَامَكُمٌ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا
مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَُ "تَقَبَّلَ
اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ
صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Kanti linambaran andap trap silaning budi
sasar saruning tumindak lan tandang tanduk kaulo ing wicoro,masedo
temah damel kuciwaning ati,
manunggal sedyo cipto lan karso
nyuwun pangapuro kinasih ing sesami
linebur ing doso...
Sucineng Ati, Kaserat ing Lati tumomo ning laku,
ngaturaken SUGENG RIYADI bilih wonten kalepatan
nyuwun agungi samudro pangaksomo.
Kulo Masε̲̣̣̣do dalah Keluargo nyuwun gunging pangapunten
sedanten kalepaten lahir dumugi ning batos boten langkung
ngaturaken sugeng IDUL FITRI,
mugi Gusti Allah Ing kang Kuoso paring Ridho
lan Rahmatipun dumateng kito sedoyo.
آمــــــــــــــين.
edopilpay
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Tuesday, 28 June 2016
Niat berbuka puasa Romadhon
Niat Buka Puasa
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"
Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
Niat Buka Puasa
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"
Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
Saturday, 25 June 2016
Berharganya Azan Magrib kalau Ramadhan,kabeh ngenteni. Monggo buko cah Geneng
Menahan Lapar Dan Dahaga...
Lemas dan lesu badan terasa
Wajah pucat tak berdaya
Jangankan tertawa ,
senyumpun berat rasanya
Pinginya tiduran dan tiduran saja .
Kini Mentari mulai melambaikan tangan
Seakan memberi senyuman
Sambil pamit dia bilang...
Tenggelam dulu keperaduan.....
Kasihan melihat orang
kelaparan dan kehausan....
Menanti azan magrib datang
Perlahan tapi pasti
Mentari mulai undur diri
Tiba saatnya kelaparan dan
kehausan kita akhiri
Hanya tinggal beberapa detik
beduk berbunyi
Dan di perbolehkan
minum dan makan nasi ....
Berharganya azan magrib di
Bulan Romadhan,
Semua umat muslim menanti.
Selamat berbuka puasa...
Makan Minum sekedarnya saja
Jangan banyak banyak bisa sakit perutnya
Masih ada waktu makan tersisa
Nanti saja setelah terwih
kita lanjutkan makanya ...
Selamat buka puasa yaaa
buat kaum muslimit muslimat semua.
Edopilpay
Niat Buka Puasa
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ
وَبِكَ آمَنْتُ
وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ
الرَّحِمِيْنَ
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
Dengan asma Alloh
Yang maha Pengasih naha Penyayang
"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"
Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
Kabulkanlah Ya Alloh do'a Robbi semesta alam
Thursday, 23 June 2016
Ayoo Mudik, edopilpay.com
Lebaran merupakan salah satu momentum bagi umat Islam untuk mudik atau pulang kampung. Ternyata tradisi mudik lebaran untuk berkumpul bersama keluarga dan mengucapkan selamat idul fitri ini tidak tergantikan meski dengan beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antre, berdesak-desakan serta macet panjang demi bisa melaksanakan tradisi pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran.
Fenomena mudik lebaran di Indonesia memang unik dan jarang ditemukan di negara lain. Sekitar satu minggu sebelum lebaran, para perantau berbondong-bondong meninggalkan ibukota dan kembali ke kampung halaman. Mudik secara khusus memang ditujukan untuk momentum pulang kampung saat lebaran saja. Sedangkan pulang kampung yang dilakukan pada hari biasa, tidak mendapat sebutan mudik. Lantas bagaimana awal mula tradisi mudik lebaran di Indonesia?
Awal Mula Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia
Dahulu antara mudik dan lebaran tidak memiliki kaitan satu sama lain. Dalam bahasa Jawa ngoko, Mudik berarti ‘Mulih dilik’ yang berarti pulang sebentar saja. Namun kini, pengertian Mudik dikaitkan dengan kata ‘Udik’ yang artinya kampung, desa atau lokasi yang menunjukan antonim dari kota. Lantas pengertian ini ditambah menjadi ‘Mulih Udik’ yang artinya kembali ke kampung atau desa saat lebaran.
Sebenarnya tradisi mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa yang sudah berjalan sejak sebelum zaman Kerajaan Majapahit. Dahulu para perantau pulang ke kampung halaman untuk membersihkan makam para leluhurnya. Hal ini dilakukan untuk meminta keselamatan dalam mencari rezeki.
Namun istilah mudik lebaran baru berkembang sekitar tahun 1970-an. Saat itu Jakarta sebagai ibukota Indonesia tampil menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat. Saat itu sistem pemerintahan Indonesia tersentral di sana dan ibukota negara melesat dengan berbagai kemajuannya dibandingkan kota-kota lain di Tanah Air.
Bagi penduduk lain yang berdomisili di desa, Jakarta menjadi salah satu kota tujuan impian untuk mereka mengubah nasib. Lebih dari 80 persen para urbanis datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan biasanya hanya mendapatkan libur panjang pada saat lebaran saja. Momentum inilah yang dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halaman.
Hal ini terus berlanjut dan semakin berakar ketika banyak urbanis yang mencoba peruntungannya di kota. Tidak hanya di Jakarta, tradisi perpindahan penduduk dari desa ke kota juga terjadi di ibukota provinsi lainnya di Indonesia. Terlebih dengan diterapkan otonomi daerah pada tahun 2000, maka orang semakin banyak mencari peruntungan di kota.
Sama seperti halnya di Jakarta, mereka yang bekerja di kota hanya bisa pulang ke kampung halaman pada saat liburan panjang yakni saat libur lebaran. Sehingga momentum ini meluas dan terlihat begitu berkembang menjadi sebuah fenomena.
Media juga memiliki andil besar dalam mem-branding kegiatan pulang kampung ini menjadi sebuah tradisi wajib saat lebaran. Dengan adanya program perusahaan dan pemerintah yang memudahkan kegiatan pulang kampung, tradisi ini pun semakin berakar.
Namun masyarakat memang tidak bisa meninggalkan tradisi mudik ini. Ada hal-hal yang membuat perantau wajib melaksanakan pulang kampung. Pertama mudik menjadi jalan untuk mencari berkah karena bisa bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat dan tetangga. Kegiatan ini juga menjadi pengingat asal usul daerah bagi mereka yang merantau.
Tradisi mudik bagi perantau di ibu kota juga bertujuan menunjukkan eksistensi keberhasilannya. Selain itu, juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang telah lama ditinggal untuk ikut merasakan keberhasilannya dalam merantau. Mudik juga menjadi terapi psikologis memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata setelah setahun sibuk dalam rutinitas pekerjaan sehingga saat masuk kerja kembali memiliki semangat baru.
Waaah sudah siap untuk mudik?
Semoga informasi ini menambah pengetahuan baru bagi anda dan Masedo ucapkan terimakasih sudah membaca.
Masedo ucapkan selamat berbuka Puasa Ramadhan
Niat Buka Puasa
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"
Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
Subscribe to:
Posts (Atom)