Friday, 22 July 2016

Jaman akan selalu berubah

Zaman dimana, Cewe gigi dipagar,
Dada diumbar-umbar,
Paha Berkibar2,
Giliran di godain bilangnya "Tolong ya Mas, kalau punya Mata Dijaga".
JANGAN SALAHKAN KEADAAN. !!
Lelaki ngajak Nikah Dipersulit,
Lelaki ngajak Pacaran diturutin,
giliran disakitin Bilangnya "Semua Lelaki Sama".
Lelaki sholeh ditolak, Lelaki Aneh diterima
giliran Dikhianatin bilangnya " Semua Lelaki Jahat".
Di ajak ngaji ogah ogahan,
diajak Maksiat Mau Mau Aje
giliran Hilang Kehormatan bilangnya "Hidup Ini ga Adil".
Di Ajak Berhijab banyak Alasan,
Diajak pakai Baju Seksi Ikut ikutan
giliran ada Pemerkosaan Bilangnya "Semua Lelaki Busuk".
Jangan dikit-dikit nyalahkan Keadaan.
Coba INTROSPEKSI Diri kita,,
jangan-jangan itu karena Kelalaian kita sendiri.

Ingat pesan Bang Napi ="
Kejahatan Bukan
Hanya karena Niat
Tapi Karna Adanya Kesempatan.'

NB Foto :
Ketika ada wanita yg memakai hijab secara sempurna,
anda bilang sebagai teroris.
Bolehkah kami bilang kepada wanita yg berpakaian sexy
dan menampakan auratnya sebagai pelacur?

Sunday, 17 July 2016

Wejangan by:edopilpay

WEJANGAN KANJENG SUNAN KALIJAGA KEPADA KI AGENG SELO TENTANG PACOL.

Filsafat Pacul, Wejangan Sunan Kalijaga pada Ki Ageng Sela DALAM ngelmu, seseorang dituntut untuk menggunakan pikirannya untuk membaca dan memahami apa-apa yang ada di sekelilingnya. Ketika seseorang meguru atau berguru pada orang
yang sudah mumpuni dalam hal ilmu rasa, maka dia harus 'menggerakkan' otaknya untuk
memahami apa yang ada di alam semesta ini. Artinya, alam semesta ini 'dibaca' dan diartikan sendiri
apa yang menjadi makna sejatinya. Ki Ageng Sela yang kondang namanya lantaran mampu menangkap petir pun pernah berguru
pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Salah satu wejangan dari Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng
Sela adalah tentang Pacul. Ketika itu Kanjeng Sunan Kalijaga menyuruh Ki Ageng Sela untuk
'membaca' Pacul. Pacul atau cangkul adalah salah satu alat yang merupakan senjata para petani. Senjata ini
digunakan para petani untuk mengolah lahan pertanian. Tampaknya memang sederhana, Pacul.
Tapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah tinggi. Dari wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela, Pacul atau cangkul itu terdiri dari 3
bagian. Ketiga bagian tersebut adalah: Pacul (bagian yang tajam untuk mengolah lahan pertanian), Bawak (lingkaran tempat batang doran), dan Doran (batang kayu untuk pegangan cangkul). Menurut wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga, sebuah pacul yang lengkap, tidak akan dapat berdiri
sendiri-sendiri. Ketiga bagian tersebut harus bersatu untuk dapat digunakan oleh petani. Apa
sebenarnya arti dari Pacul, Bawak dan Doran itu? * Pacul. Memiliki arti "ngipatake barang kang muncul" Artinya, menyingkirkan bagian yang mendugul atau bagian yang tidak rata. Dari alat Pacul tersebut setidaknya bisa diartikan bahwa kita manusia ini harus selalu berbuat baik dengan
menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebih, cepat marah, mau menang
sendiri dan sifat-sifat jelek kita lainnya yang dikatakan 'tidak rata'. * Bawak. Memiliki arti "obahing awak". Arti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki dari GUSTI ALLAH guna memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, arti
ikhtiar tersebut juga bukan hanya berarti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk
senantiasa "manembah GUSTI ALLAH tan kendhat Rino Kelawan Wengi" (menyembah GUSTI ALLAH
siang maupun malam). * Doran. Memiliki arti "Dongo marang Pengeran" ada juga yang mengartikan "Ojo Adoh Marang Pengeran". Arti "Dongo Marang Pengeran" adalah doa yang dipanjatkan pada GUSTI ALLAH.
Pengeran berasal dari kata GUSTI ALLAH kang dingengeri (GUSTI ALLAH yang diikuti). Sedangkan
"Ojo Adoh Marang Pengeran" memiliki arti janganlah kita manusia ini menjauhi GUSTI ALLAH.
Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah GUSTI ALLAH, bukan menyembah yang lain. Ketiga bagian Pacul tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau digabung, maka ketiganya
memiliki arti, manusia hendaknya mampu menyingkirkan sifat-sifat buruknya, berikhtiar untuk
mencari rezeki GUSTI ALLAH dan tidak melupakan untuk selalu berdoa dan menyembah GUSTI
ALLAH. Bukankah kini kita mengetahui bahwa benda Pacul itu memiliki nilai filsafat yang tinggi?(*)

Monday, 4 July 2016

Masedo sekeluarga hangaturaken Minal adin wal faizin


*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه*
edopilpay.com
   *بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــم*

اَللّهُ اَكْبَرُ،
 اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ
، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ،
 اَللّهُ اَكْبَرُ،
وَلِلّهِ الْحَمْدِ تَقَبَّلَ
اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا
 وَصِيَامَكُمٌ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا
 مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَُ "تَقَبَّلَ
اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ
صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Kanti linambaran andap trap silaning budi
sasar saruning tumindak lan tandang tanduk kaulo ing wicoro,masedo
temah damel kuciwaning ati,
manunggal sedyo cipto lan karso
nyuwun pangapuro kinasih ing sesami
linebur ing doso...
Sucineng Ati, Kaserat ing Lati tumomo ning laku,
ngaturaken SUGENG RIYADI bilih wonten kalepatan
nyuwun agungi samudro pangaksomo.
Kulo Masε̲̣̣̣do dalah Keluargo nyuwun gunging pangapunten
sedanten kalepaten lahir dumugi ning batos boten langkung
ngaturaken sugeng IDUL FITRI,
mugi Gusti Allah Ing kang Kuoso paring Ridho
lan Rahmatipun dumateng kito sedoyo.
آمــــــــــــــين.
edopilpay
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه





Tuesday, 28 June 2016

Niat berbuka puasa Romadhon



                                                                           Niat Buka Puasa

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"

Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
















U




                                                                           Niat Buka Puasa

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"

Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
















U

Saturday, 25 June 2016

Berharganya Azan Magrib kalau Ramadhan,kabeh ngenteni. Monggo buko cah Geneng


Menahan Lapar Dan Dahaga...
Lemas dan lesu badan terasa
Wajah pucat tak berdaya
Jangankan tertawa ,
senyumpun berat rasanya
Pinginya tiduran dan tiduran saja .
Kini Mentari mulai melambaikan tangan
Seakan memberi senyuman
Sambil pamit dia bilang...
Tenggelam dulu keperaduan.....
Kasihan melihat orang
kelaparan dan kehausan....
Menanti azan magrib datang
Perlahan tapi pasti
Mentari mulai undur diri
Tiba saatnya kelaparan dan
kehausan kita akhiri
Hanya tinggal beberapa detik
beduk berbunyi
Dan di perbolehkan
minum dan makan nasi ....
Berharganya azan magrib di
Bulan Romadhan,
Semua umat muslim menanti.
Selamat berbuka puasa...
Makan Minum sekedarnya saja
Jangan banyak banyak bisa sakit perutnya
Masih ada waktu makan tersisa
Nanti saja setelah terwih
kita lanjutkan makanya ...

Selamat buka puasa yaaa
buat kaum muslimit muslimat semua.
Edopilpay
                                                                           Niat Buka Puasa
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ
 وَبِكَ آمَنْتُ
 وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت
 بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ
 الرَّحِمِيْنَ
آمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

Dengan asma Alloh
Yang maha Pengasih naha Penyayang
"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"

Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
Kabulkanlah Ya Alloh do'a Robbi semesta alam

















U

Thursday, 23 June 2016

Ayoo Mudik, edopilpay.com

Lebaran merupakan salah satu momentum bagi umat Islam untuk mudik atau pulang kampung. Ternyata tradisi mudik lebaran untuk berkumpul bersama keluarga dan mengucapkan selamat idul fitri ini tidak tergantikan meski dengan beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antre, berdesak-desakan serta macet panjang demi bisa melaksanakan tradisi pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran.

Fenomena mudik lebaran di Indonesia memang unik dan jarang ditemukan di negara lain. Sekitar satu minggu sebelum lebaran, para perantau berbondong-bondong meninggalkan ibukota dan kembali ke kampung halaman. Mudik secara khusus memang ditujukan untuk momentum pulang kampung saat lebaran saja. Sedangkan pulang kampung yang dilakukan pada hari biasa, tidak mendapat sebutan mudik. Lantas bagaimana awal mula tradisi mudik lebaran di Indonesia?


Awal Mula Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia
Dahulu antara mudik dan lebaran tidak memiliki kaitan satu sama lain. Dalam bahasa Jawa ngoko, Mudik berarti ‘Mulih dilik’ yang berarti pulang sebentar saja. Namun kini, pengertian Mudik dikaitkan dengan kata ‘Udik’ yang artinya kampung, desa atau lokasi yang menunjukan antonim dari kota. Lantas pengertian ini ditambah menjadi ‘Mulih Udik’ yang artinya kembali ke kampung atau desa saat lebaran.

Sebenarnya tradisi mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa yang sudah berjalan sejak sebelum zaman Kerajaan Majapahit. Dahulu para perantau pulang ke kampung halaman untuk membersihkan makam para leluhurnya. Hal ini dilakukan untuk meminta keselamatan dalam mencari rezeki.

Namun istilah mudik lebaran baru berkembang sekitar tahun 1970-an. Saat itu Jakarta sebagai ibukota Indonesia tampil menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengalami perkembangan pesat. Saat itu sistem pemerintahan Indonesia tersentral di sana dan ibukota negara melesat dengan berbagai kemajuannya dibandingkan kota-kota lain di Tanah Air.

Bagi penduduk lain yang berdomisili di desa, Jakarta menjadi salah satu kota tujuan impian untuk mereka mengubah nasib. Lebih dari 80 persen para urbanis datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan biasanya hanya mendapatkan libur panjang pada saat lebaran saja. Momentum inilah yang dimanfaatkan untuk kembali ke kampung halaman.

Hal ini terus berlanjut dan semakin berakar ketika banyak urbanis yang mencoba peruntungannya di kota. Tidak hanya di Jakarta, tradisi perpindahan penduduk dari desa ke kota juga terjadi di ibukota provinsi lainnya di Indonesia. Terlebih dengan diterapkan otonomi daerah pada tahun 2000, maka orang semakin banyak mencari peruntungan di kota.

Sama seperti halnya di Jakarta, mereka yang bekerja di kota hanya bisa pulang ke kampung halaman pada saat liburan panjang yakni saat libur lebaran. Sehingga momentum ini meluas dan terlihat begitu berkembang menjadi sebuah fenomena.

Media juga memiliki andil besar dalam mem-branding kegiatan pulang kampung ini menjadi sebuah tradisi wajib saat lebaran. Dengan adanya program perusahaan dan pemerintah yang memudahkan kegiatan pulang kampung, tradisi ini pun semakin berakar.

Namun masyarakat memang tidak bisa meninggalkan tradisi mudik ini. Ada hal-hal yang membuat perantau wajib melaksanakan pulang kampung. Pertama mudik menjadi jalan untuk mencari berkah karena bisa bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat dan tetangga. Kegiatan ini juga menjadi pengingat asal usul daerah bagi mereka yang merantau.

Tradisi mudik bagi perantau di ibu kota juga bertujuan menunjukkan eksistensi keberhasilannya. Selain itu, juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang telah lama ditinggal untuk ikut merasakan keberhasilannya dalam merantau. Mudik juga menjadi terapi psikologis memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata setelah setahun sibuk dalam rutinitas pekerjaan sehingga saat masuk kerja kembali memiliki semangat baru.

Waaah sudah siap untuk mudik? 
Semoga informasi ini menambah pengetahuan baru bagi anda dan Masedo ucapkan terimakasih sudah membaca.





Ayat seribu dinar By:edopilpay

Edopilpay@gmail.com

Masedo ucapkan selamat berbuka Puasa Ramadhan



                                                                           Niat Buka Puasa

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahummalakasumtu
wabika aamantu
wa'alarizqika afthortu
birohmatikaya ar-hamarrahimin"

Artinya: Ya Allah,
untuk-Mu aku berpuasa
dan dengan rizki-Mu aku berbuka,
Maha besar Allah
yang maha pemurah
lagi maha penyayang.
























Wednesday, 22 June 2016